Jadual Kajian Salafy Di Subang Jawa Barat

Assalamu ‘alaikum warahmatullah..

Berikut jadual kajian terakhir yang diadakan Ahlussunnah wal Jama’ah di Subang dan sekitarnya.

Waktu : Hari Ahad Pekan ke 2 setiap bulan , 09.00 – 12.00 WIB
Materi : Isyrinan Nasihah li Thalibil Ilmi dan Syarah Arba’in Nawawi
Lokasi : Masjid Raya Pamanukan ( depan SPBU Pamanukan) Subang
Pengajar : Al Ustadz Muhammad Sholehuddin dan Ustadz Abu Zaki
Peserta :  Umum/Laki/Ikhwan/Perempuan/Akhwat

Waktu : Hari Ahad pekan ke 4 setiap bulan , 09.00 – 12.00 WIB
Materi : Masailul Jahiliyyah dan Syarah Arba’in Nawawi
Lokasi : Masjid Nurul Amal Komplek Islamic Centre Kota Subang
Pengajar : Ustadza Abu Marwan dan Ustadz Abu Zaki
Peserta :  Umum/Laki/Ikhwan/Perempuan/Akhwat

Nasehat Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali

NASEHAT DAN WEJANGAN ASY-SYAIKH RABI’ AL-MADKHALI

Disampaikan di tengah-tengah Acara Dauroh Ilmiah Asatidzah ke-5, di Ma’had Al-Anshar Sleman – Yogyakarta

4 Sya’ban 1430 H – 25 Juli 2009 M

Alhamdulillah, dengan kemudahan dan taufiq dari Allah ‘Azza wa Jalla tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB para masyaikh dan asatidzah berhasil melakukan penelponan kepada Al-’Allamah Al-Muhaddits Al-Walid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah wa ra’ahu

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan nasehat dan wejangan singkat namun sangat besar dan berharga. Setelah hamdalah dan shalawat, beliau menyampaikan nasehat dan wejangannya [1] :

1. Taqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla
2. Ikhlas karena Allah dalam semua ucapan dan amalan
3. I’thisham (berpegang) kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah
4. Ittiba’ Sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan petunjuk para al-khulafa` ar-rasyidin
5. berjalan di atas manhaj as-salaf ash-shalih dalam semua urusan agama, baik aqidah, ibadah, akhlak
6. Menjaga ukhuwwah antar mereka, ta’awun di atas al-birr wa at-taqwa
7. Menjauhi perpecahan dan segala sebab yang bisa mengantarkan kepada perpecahan. Bersaudara karena Allah
8. Serius terhadap ilmu yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah di atas manhaj salaf. Kemudian berdakwah kepada umat menuju kepada manhaj tersebut, dengan hikmah dan mau’izhah hasanah berdasarkan metode Al-Qur`an dan As-Sunnah, dan metode pada du’at pembawa kebaikan di segenap tempat.
9. Saya peringatkan mereka dari perselisihan. Karena perselisihan bahaya yang sangat besar, bisa menghancurkan dakwah salafiyyah. Allah berfirman :

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِين [الأنفال/46]

dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian dan bersabarlah.

Baca selebihnya »

Menyikapi Tahun yang Penuh Gempa Bumi dan Bencana

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz Bin Baz

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam tetap terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, shahabat-shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:

Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui dengan semua perkara yang telah Allah tetapkan dan takdirkan. Sebagaimana pula Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui dengan semua apa-apa yang telah Allah syari’atkan kepada para hamba-Nya dan apa-apa yang telah Allah perintahkan kapada mereka.

Dan Allah menciptakan segala sesuatu yang Allah kehendaki dari tanda-tanda kekuasaannya (di antaranya dengan terjadinya genpa bumi dan bencana yang lainnya). Allah mentakdirkan terjadinya gempa bumi dan bencana yang lainnya dalam rangka untuk menakuti hamba-hamba- Nya, dan dalam rangka memperingatkan mereka atas apa-apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka dari hak-hak Allah (yang kebanyakan mereka tidak menunaikannya), dan dalam rangka memperingatkan mereka dari perbuatan syirik kepada Allah (yang banyak mereka lakukan) dan sebagai peringatan dari perbuatan menyelisihi perintahnya.

Demikian pula Allah takdirkan terjadinya gempa bumi dan berbagai macam musibah/bencana yang lainnya dalam rangka memperingatkan hamba-hamba-Nya karena mereka terus menerus menjalankan hal-hal yang dilarang Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya):

Dan tidaklah kami mengirimkan tanda-tanda itu kecuali dalam rangka untuk menakuti(Al- Isra: 60)

Baca selebihnya »

SIAPAKAH MAHRAM MU ???

Mahram adalah orang yang haram untuk dinikahi karena hubungan nasab atau hubungan susuan atau karena ada ikatan perkawinan. Lihat Ahkam An-Nazhar Ila Al-Muharramat hal.32.

Adapun ketentuan siapa yang mahram dan yang bukan mahram telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 23 :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُ خْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِيْ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبِكُمُ اللاَّتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِنْ نِسَآئِكُمُ اللاَّتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْراً رَحِيْماً.

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak-anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuai yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nisa : 4 / 32).

Di dalam ayat ini disebutkan beberapa orang mahram yaitu :

Pertama : أُمَّهَاتُكُمْ (ibu-ibu kalian). Ibu dalam bahasa arab artinya setiap yang nasab lahirmu kembali kepadanya. Defenisi ini akan mencakup :

  1. Ibu yang melahirkanmu.
  2. Nenekmu dari ayah maupun dari Ibumu.
  3. Nenek ayahmu dari ayah maupun ibunya.
  4. Nenek ibumu dari ayah maupun ibunya.
  5. Nenek buyut ayahmu dari ayah maupun ibunya.
  6. Nenek buyut ibumu dari ayah maupun ibunya.
  7. dan seterusnya ke atas.

Baca selebihnya »

Benarkah Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil?

Media massa melansir surat teroris Syaifudin Zuhri, yang di antara isinya : Teman-teman Indonesia tidak ada yang memahami pergerakan udin ini karena sudah antipati dan menuduh udin ikut gerakan salafi mukbil.”

Disebut-sebut juga di media bahwa Syaifudin yang sekarang jadi buron ini belajar aliran Salafi Muqbili di Yaman pada 1991.

Pemberitaan ini menimbulkan kesan – dan itu sudah terlanjur menjadi opini yang dipahami banyak kalangan – bahwa Syaifuddin mendapatkan ajaran paham terorisme dari Syaikh Muqbil. Bahkan sampai ada juga yang menyebarkan isu bahwa Syaifuddin diajari melakukan bombardir oleh Syaikh Muqbil.

Sungguh ini perlu diluruskan. Pondok Pesantren Darul Hadits di desa Dammaj – Yaman yang diasuh oleh Syaikh Muqbil adalah pondok pesantren Ahlus Sunnah, yang diajarkan di sana ilmu-ilmu agama berdasarkan Al- Qur`an dan As-Sunnah di atas manhaj Salaf. Sangat jauh dari paham terorisme – khawarij, apalagi sampai mengajarkan cara mengebom atau menteror. (lihat kembali Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i)
Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.